MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim), Andi Ardhy Rahadian Sulham, S.STP., M.Si., melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan dengan melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama masyarakat di Masjid Babussalam, Jalan Bonto Mene, Rappocini, Rabu (04/03/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin tahunan Pemkot Makassar yang bertujuan mendekatkan pemerintah dengan warganya selama bulan suci Ramadhan.

Memasuki hari ke-13 Ramadhan 1447 Hijriah, Munafri menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis untuk membangun komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
“Safari Ramadhan ini sangat penting karena kami hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membangun komunikasi. Malam ini kami hadir sebagai bentuk silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Beliau menambahkan bahwa program-program pemerintah hanya bisa berjalan optimal bila didukung partisipasi aktif warga.
“Inilah gunanya kami hadir untuk membangun silaturahmi, kolaborasi, dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Dengan begitu, program-program pemerintah benar-benar berdampak kepada masyarakat,” tambahnya.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim), Andi Ardhy Rahadian Sulham, S.STP., M.Si., hadir untuk mendampingi Wali Kota sekaligus memastikan jalannya kegiatan berjalan lancar dan sesuai protokol. Beliau juga bertugas mendokumentasikan kegiatan dan menyampaikan informasi resmi dari pemerintah kota kepada masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa seluruh kecamatan di Kota Makassar telah masuk dalam rangkaian Safari Ramadhan, dengan masjid-masjid yang dikunjungi telah dijadwalkan sebelumnya dan dilaksanakan secara bergilir.

Hal tersebut dilakukan agar setiap warga mendapat kesempatan bertemu langsung dengan kepala daerah dan menyampaikan aspirasi maupun masukan terkait pembangunan di lingkungannya. Kegiatan semacam ini dianggap efektif untuk memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memupuk semangat kebersamaan dalam menjalani ibadah puasa.
Selain aspek spiritual, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyoroti isu-isu sosial yang muncul selama Ramadhan, salah satunya adalah peningkatan volume sampah akibat aktivitas warga, terutama dari kemasan makanan dan minuman. Menyikapi hal ini, Wali Kota minta camat, lurah, RT, dan RW untuk mulai mengatur pola kerja petugas kebersihan, termasuk pembagian tugas menjelang Idul Fitri.
“Ini harus diatur dari sekarang bagaimana pembagiannya dan pola kerjanya, supaya saat hari raya Idul Fitri kita tidak berlebaran dengan tumpukan sampah di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Selain kebersihan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, juga mengingatkan masyarakat yang hendak bepergian atau mudik untuk tetap memperhatikan keamanan rumah dan lingkungan. Beliau mengimbau warga melapor kepada ketua RT dan RW setempat, memeriksa instalasi listrik, kompor, dan memastikan rumah dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pemerintah untuk menyalurkan informasi penting terkait layanan publik, program pembangunan, dan berbagai kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat. Kehadiran Wali Kota dan jajarannya di Masjid Babussalam, termasuk Kabag Prokopim, tidak hanya menegaskan komitmen pemerintah terhadap masyarakat, tetapi juga menjadi momentum bagi warga untuk saling bertukar informasi, menyampaikan aspirasi, dan mempererat tali silaturahmi.