MAKASSAR – Kepala Sub Bidang Hiburan dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Makassar, Andi Mangga Barani, menghadiri Rapat Analisis Sektor Pariwisata Kota Makassar Tahun 2025 yang dilaksanakan di Novotel Makassar Grand Shayla. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang terkait dengan pengembangan sektor pariwisata di Kota Makassar, Kamis (11/12/2025).

Rapat Analisis Sektor Pariwisata ini merupakan agenda strategis Pemerintah Kota Makassar dalam rangka mengevaluasi kinerja sektor pariwisata sekaligus merumuskan arah kebijakan dan perencanaan yang lebih terukur untuk tahun 2025. Melalui forum ini, seluruh perangkat daerah dan stakeholder terkait didorong untuk menyampaikan data, analisis, serta masukan yang komprehensif guna mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran penting sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Oleh karena itu, perencanaan pariwisata harus disusun berbasis data dan analisis yang akurat agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan serta memaksimalkan potensi pariwisata Kota Makassar, baik dari sisi destinasi, event, maupun industri pendukung lainnya.
Kehadiran Andi Mangga Barani sebagai perwakilan dari BAPENDA Kota Makassar, khususnya dari Sub Bidang Hiburan dan PPJ, menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sinergi antarperangkat daerah. Sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan penerimaan daerah, terutama dari pajak hiburan dan pajak penerangan jalan. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi yang baik antara Dinas Pariwisata dan BAPENDA diharapkan mampu mendorong optimalisasi pendapatan daerah tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan kemudahan bagi pelaku usaha.
Melalui rapat ini, berbagai data terkait kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah, tren kunjungan wisatawan, serta potensi pengembangan objek dan daya tarik wisata dibahas secara mendalam. Analisis tersebut menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga pada kualitas layanan, keberlanjutan lingkungan, serta dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Rapat Analisis Sektor Pariwisata Kota Makassar Tahun 2025 ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan secara konkret oleh pemerintah daerah. Dengan perencanaan yang matang dan berbasis data, sektor pariwisata Kota Makassar diharapkan dapat terus tumbuh, berkontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah, serta memperkuat posisi Kota Makassar sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Indonesia Timur.